Wednesday, September 17, 2008

Ramadhan itu milik kita..


Sedar tidak sedar sudah hampir setengah bulan kita menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan yang mulia ini. Sepanjang bulan ini sejak dari awal lagi semestinya kita tidak melepaskan peluang keemasan yang berharga ini untuk memperbanyakkan amalan-amalan. Beruntunglah bagi orang yang menggunakan masa ini sebaiknya untuk meningkatkan amalan-amalan mereka samada yang wajib ataupun yang sunnah..

Sabda Baginda Rasulullah s.a.w.: "Setiap amalan anak Adam (manusia) itu digandakan satu kebaikan dengan sepuluh yang seumpamanya hingga kepada 700 kali ganda.

Firman Allah s.w.t. (maksudnya) :" Kecuali puasa yang dikerjakan untuk Ku, maka Aku-lah yang membalasnya. Dia menahan syahwatnya dan meninggalkan makan kerana Aku" Bagi orang yang puasa itu ada dua kegembiraan, iaitu gembira ketika berbuka (atau berhari raya) dan gembira ketika menemui Tuhannya kelak. Dan, demi bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada bau kasturi."
(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)


Jadi apakah sebenarnya tujuan kita berpuasa?? Secara jelasnya al-Quran menyatakan tujuan berpuasa yang hendak diperjuangkan adalah untuk mencapai ketaqwaan atau la'lallakum tattaqun. Dalam rangka memahami tujuan tersebut perlu digariskan beberapa penjelasan dari Nabi S.A.W " Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Ini bermakna bahawa menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama dari puasa ini. Ini dikuatkan lagi dengan firman-Nya bahawa " Allah menghendaki untuk kamu kesenangan bukan kesusahan"

Puasa merupakan satu ibadah yang unik. Tentu saja banyak segi keunikan puasa yang dapat dikemukakan, misalnya bahwa puasa merupakan rahsia antara Allah dan pelakunya sendiri. Bukankah manusia yang berpuasa dapat bersembunyi untuk minum dan makan? Bukankah sebagai insan, siapa pun yang berpuasa, memiliki keinginan untuk makan atau minum pada saat-saat tertentu dari siang hari puasa? Nah, kalau demikian, apa motivasinya menahan diri dan keinginan itu? Tentu bukan karena takut atau segan dari manusia, sebab jika demikian, dia dapat saja bersembunyi dari pandangan mereka. Di sini disimpulkan bahwa orang yang berpuasa, melakukannya demi karena Allah Swt. Demikian antara lain penjelasan sementara ulama tentang keunikan puasa dan makna hadis qudsi di atas.


Nabi Saw. bersabda, "Seandainya umatku mengetahui ( semua keistimewaan ) yang dikandung oleh Ramadhan, nescaya mereka mengharap seluruh bulan menjadi Ramadhan."

1 comments:

faisol said...

terima kasih sharing info/ilmunya...
selamat Berpuasa... semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin...

mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah...? untuk itu saya membuat tulisan tentang
"Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?"

silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Related Posts with Thumbnails